Interaksi DNA protein dalam menyusun kromatosom dan benang kromatin 30 nm

Nama: Patmi Indriastuti

NIM: B1J006125

Kelas:  A2

Email: empatmmy_bio@yahoo.com

Blog: http://patmypatmmy.wordpress.com

 Topik: A2-AG2

 

RINGKASAN

 

Histon H1 letaknya  di bagian tepi nukleosom adanya molekul H1  berukuran lebih besar 20 pb disebut dengan kromatosom. DNA nuklir dihubungkan dengan DNA-BINDING protein atau yang disebut histones. Beberapa nuclease perlindungan chromatin (DNA-HISTONE kompleks) mempertahankan struktur chromatin. Brown nuclease merupakan perlindungan mengadakan percobaan yang kompleks yang diperlakukan dengan suatu enzim untuk memotong DNA dan memposisikannya pada pasangannya. Ukuran DNA fragmen menandai adanya posisi dari protein yang kompleks.(Gambar 2.4).

           Pengemasan terjadi dengan cara pelilitan DNA di sekeliling  sumbu nukleosom, Sumbu nukleosom tersusun atas empat macam histon sumbu: H2A, H2B, H3, dan H4. Keempat macam histon ini berada dalam bentuk oktamer (@ dua molekul) Protein histon sumbu bersifat basa/ bermuatan positif  (banyak  arginin & lisin)

Setiap untai DNA sepanjang 146 pb mengelilingi satu sumbu nukleosom, sedangkan bagian-bagian DNA lainnya menjadi penghubung (linker)   antara satu sumbu nukleosom dan sumbu nukleosom berikutnya. Pelilitan DNA di sekeliling sumbu nukleosom berlangsung dengan arah ke kiri atau terjadi superkoiling negatif. Pelilitan terjadi demikian kuat karena DNA bermuatan negatif, sedangkan histon sumbu bermuatan positif.  Struktur ‘Beads-On-A-String’ yang ditunjukkan di atas menghadirkan suatu pembongkaran format dari chromatin yang terjadi hanya di nucleus. Terbentuknya rangkaian heliks nukleosom  terlihat sebagai serabut dengan diameter 30 nm yang dikenal sebagai serabut 30 nm. histon H1 berfungsi menstabilkan struktur serabut 30 nm.  (Lihat gambar 2.6)

 

Daftar Pustaka

 

Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed.,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.5234

diakses tanggal 23 September 2008

 

Situs Terkait

           

·         http://www.3rd1000.com/chem301/chem302v.htm   

 

·         Structure of Nucleic Acids (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?highlight=Nucleic%20Acids&rid=mcb.section.802#803 )

 

·        [FLASH] DNA Animation

Jenis Berkas: Shockwave Flash
copyright©2001 dexter pratt www.dexterpratt.com loading nucleus 20 µ m human cell E. coli bacterium 5 µ m chromosome 30 nm 2 nm histone bases guanine
www.sciencenetlinks.com/interactives/dna.swf  - Halaman sejenis

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 

 

Identifikasi Gen Pseudomonas aeruginosa tipe Mutant PAO1 Mini-Tn5-lux

Tahukah anda apa itu Pseudomonas aeruginosa?
Pseudomonas aeruginosa merupakan suatu pathogen manusia yang menyebabkan radang paru paru, dan infeksi/peradangan pada air kencing. Organisme ini terkenal akan keanekaragamannya yang berkenaan dengan metabolisme dan lifestyle yang serbaguna, sehingga dapat menjajah sejumlah besar lingkungan yang berbeda. Tiga jenis P. aeruginosa yang memiliki motilas berbeda diantaranya: berenang flagellum-mediated pada lingkungan yang mengandung air dan pada agar konsentrasi yang rendah (< 0.3% [ wt/vol]); tipe IV pilus-mediated di atas permukaan yang padat atau sebagai alat penghubung; dan melekat pada media yang semisolid ( 0.5 sampai 0.7% [ wt/vol] agar).
Sekilas tentang Pseudomonas aeruginosa tipe Mutant PAO1 Mini-Tn5-lux
Penyaringan Pseudomonas AERUGINOSA PAO1 tipe mutant mini-Tn5-luxCDABE untuk perubahan pada tingkat motilas telah dikenal 36 mutants dengan Tn5 sebagai penyisip di dalam gen untuk sintese atau fungsi dari flagellin tipe IV pilus, untuk hubungannya dengan tipe II sistem sekresi, sistem regulator, metabolisme, chemosensory, dan gen hipotetis dengan fungsi yang tak dikenal. Mutant ini secara diferensial terpengaruh pada keadaan kejangan motilas tetapi dalam banyak kasus terdapat hanya sedikit motilas yang cacat. Motilas dipengaruhi oleh sejumlah besar gen yang berbeda di Pseudomonas aeruginosa, sebaliknya, banyak tipe mutants swarming-negative menunjukkan pelemahan formasi dalam biofilm, yang menandakan suatu hubungan kuat antara pertumbuhan suatu negara.

Nama : Patmi Indriastuti
NIM : B1J006125
Emai : empatmmy_bio@yahoo.com
BLOG : http://patmypatmmy.wordpress.com
Pustaka :
Joerg Overhage, Shawn Lewenza, Alexandra K. Marr, and Robert E. W. Hancock. 2007. Identification of Genes Involved in Swarming Motility Using a Pseudomonas aeruginosa PAO1 Mini-Tn5-lux Mutant Library. Journal of Bacteriology. Vol. 189, No. 5. hal. 2164-2169.

my profil

gambar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!